Dede78’s Go..Blog

the journey is never end

Teknik Pemukulan MP

Biasanya menjadi momok/ketakutan tersendiri bagi anggota terutama untuk rekan yang akan baru pertama kembapadahal pematahan benda keras dimaksudkan untuk menguji / membuktikan keberhasilan anggota dalam menjalani latihan terutama Power bukan bermaksud untuk malah membikin besar kepala/sombong.

 Ada beberapa aspek keberhasilan pada pematahan benda keras :

Ø       Power

Ø       Teknik

Ø       Mental

Ø       POWER

Power diperoleh melalui tata nafas 14 bentuk pengolahan dan 5 bentuk pembinaan ditambah penyaluran / pengerahan tenaga. Terkadang anggota yang kurang dalam jumlah target pengolahan disamping powernya kurang juga kurang percaya diri. Yang perlu diperhatikan dalam latihan tata nafas :

      ·               Bentuk

·               Kekejangan

·               Waktu Tahan Napas

·               Jumlah Latihan


* Bentuk :

 14 bentuk tata nafas pengolahan bila tidak diberikan secara jelas dan benar terkadang selama latihan menjadi ragu/kurang yakin akan hasil yang dicapai. Dari bentuk sikap badan, gerakan, pola nafas, kerapatan kaki (misalnya), kesempurnaan bentuk, dan tingkat kesukaran perlu diperhatikan anggota dalam melatih tata nafas.


* kekejangan :

Biasanya kekejangan akan terasa bila sudah memakai beban dalam pengolahan, untuk dasar I karena tidak memakai beban, diukur dengan dipaksakan kekejangan sampai tangan mau bergetar, tetapi untuk pengolahan sebisa mungkin tangan jangan sampai bergetar jadi
kekejangan mendekati bergetar/ditahan jangan sampai bergetar ditest dengan dipukul pakai sabuk/lidi bambu bila masih sakit berarti kekejangan belum maksimal


* Waktu dalam tahan nafas

Untuk tahap awal latihan adalah 15 detik setelah beberapa latihan harus diusahakan diatas 21 detik menurut teori: mulai akan terbentuk ATP adalah setelah hitungan ke-21 detik,
nafas habis mulai akan membentuk ATP, jadi tingkat keberhasilan dalam latihan pengolahan akan semakin tinggi bila anggota bisa tahan nafas (tentunya dengan kekejangan maksimal) diatas 21 detik.


* Jumlah latihan

Biasanya Pelatih mempunyai target dalam pemenuhan latihan, baik itu tata nafas maupun tata gerak misal (tergantung program dari pelatih) dalam 6 bulan latihan, 1 bulan = 4 minggu = 8x latihan bulan 1 pembentukan fisik bulan 2 bentuk nafas tata nafas mulai bulan 3 selang seling dengan tata gerak 4 bulan = 4 x 8x latihan = 32 x latihan/2 (gerak)= 16 x latihan seharusnya target ada latihan = 16 x latihan tata nafas mungkin ada juga pelatih yang berani mentargetkan hanya  0 x latihan tata nafas bila mementingkan aspek tata geraknya/gerak dirasa sulit
oleh anggota dsb.

 

*** TEKNIK ****

Dalam Pematahan Benda Keras juga penting dalam penguasaan teknik pematahan benda keras. Bila teknik yang dipakai salah paling ringan terjadi cedera memar salah-salah bisa mengakibatkan patah tulang/retak tulang. Yang perlu diperhatikan yang berhubungan dengan teknik pematahan benda keras :

            Ø       Penguasaan teknik jenis pematahan benda keras

Ø       Pengetahuan jenis material yang akan dipatahkan

Ø       Pendekatan sasaran (D II ke atas)

Ø       Teknik Penyembuhan

 

- Penguasan teknik jenis pematahan Benda keras

Dalam Pengolahan Tata Nafas Merpati Putih disamping menghasilkan power juga melatih otot-otot pada bagian-bagian tubuh sehingga dapat dibedakan latihan beban dengan aerob maupun an aerob. Latihan beban dengan aerob menghasilkan otot yang membesar seperti binaraga tetapi dalam latihan an aerob (Merpati Putih) otot menjadi liat sehingga untuk anggota putri jangan kawatir ototnya menjadi besar. Disamping itu juga dipersiapkan otot bagian luar yaitu dengan latihan pengerasan menggunakan lidi bambu karena yang bersentuhan langsung
dengan material adalah otot bagian luar oleh karena itu sebenarnya wajib bagi anggota untuk mempunyai lidi bambu karena banyak manfaatnya juga untuk latihan sasaran/perkenaan sasaran.

 

Jenis-jenis Pematahan benda keras:

  1. Sisi bawah (perkenaan di tengah otot sisi bawah tangan – digenggam tangan ototnya cembung)
  2. Sodokan (perkenaan otot dekat sisibawah sebelah bawah)
  3. Tebangan & Tebasan (idem no.1)
  4. Punggung siku ( datar & kebawah )
  5. Keprukan – sabetan (otot lengan bawah)
  6. Ujung siku (otot lengan atas dekat siku)
  7. Tendangan samping, jlontrotan, cecakan (otot kura kaki)
  8. Paculan, sirkel atas (otot kaki bagian bawah sedikit diatas mata kaki)
  9. Kepala dengan memperbanyak kopstand-tumpuan dahi

Yang perlu diperhatikan untuk teknik :

Ø       Kuda-Kuda

Ø       Putaran Pinggang

Ø       Ayunan tangan/hentakan

Ø       Lihat Sasaran


- Kuda-kuda

Disesuaikan dengan jenis sasaran, bila memakai pendekatan sasaran maka bentuk akhir membentuk kuda-kuda sebelum memukul sasaran. misalnya: untuk sisi bawah kanan biasanya kaki kiri persis disebelah kiri tonggak kiri/tangan kanan dipaskan ditengah-tengah material (tegak lurus) kuda-kuda lebar untuk putaran pinggang


- Putaran Pinggang

Putaran pingang dapat menambah speed / kecepatan ayunan tangan dan hentakan pukulan

- Ayunan Tangan

Tegak lurus material bisa kekecualian tebangan arahn lintasanya bisa  45 derajat dari tengah sasaran, biasanya ada pergeseran perkenaan sasaran setelah ayunan tangan untuk itu perlu berulang-ulang berlatih perkenaan sasaran dengan disertai ayunan pinggang, lambat – cepat
dengan sasaran lidi bambu


- Lihat sasaran

Sering dilupakan anggota (terutama dasar I)


Disadur dari Tulisan :
Mas Danang (MP UII)

Mei 29, 2008 - Ditulis oleh dede78 | Merpati Putih | | Belum Ada Tanggapan

Belum ada komentar.

Tinggalkan sebuah tanggapan