Dede78’s Go..Blog

the journey is never end

“Ini kelas apa pasar?”

Suatu siang anakku pulang dengan muka cemberut dan terlihat seperti habis dimarahi guru kelasnya,aku kenal sekali sifat anakku jika habis dimarahi guru pasti mukanya ditekuk kayak martabak India.Dan akupun lalu bertanya sama anakku Menik :
Mamak :kenapa cemberut sih kamu pulang dari sekolah.
Menik :P ak Guru Birin marahi saya tadi dikelas.
Mamak :memang kenapa Pak Guru tersebut marahi kamu.
Menik :saya cuma membantah perkataan Pak Guru.
Mamak :Kenapa kamu berani membantah perkataan Gurumu…?.
Menik :tadi sebelum Pak Guru masuk kelas,anak anak sekelas ribut dan berisik.Lalu Pak Guru bilang ini kelas apa pasar.
Mamak :lalu kenapa dia marahnya sama kamu…?.
Menik :saya cuma bilang ini kelas Pak,kalau pasarnya masih jauh dan naik mobil apa ojek baru sampai kesana………..
Mamak :………..????????????????…………

Mei 29, 2008 Ditulis oleh dede78 | Campur Sari | | 1 Komentar

Basa Lemesna……

Ua Sas: “Cik, ari lemesna leungeun naon?”
kang Hendri : “Pananganan”
Ua Sas: “Lemesna suku?”
kang Hendri: “Sampeyan…”
Ua Sas: “Tah ayeuna…ari lemesna beas, naon?”
kang Hendri mikir…uleng lila….naon nya?
Ua Sas: “Tipung…!!!!”

Mei 29, 2008 Ditulis oleh dede78 | Campur Sari | | No Comments Yet

Teknik Pemukulan MP

Biasanya menjadi momok/ketakutan tersendiri bagi anggota terutama untuk rekan yang akan baru pertama kembapadahal pematahan benda keras dimaksudkan untuk menguji / membuktikan keberhasilan anggota dalam menjalani latihan terutama Power bukan bermaksud untuk malah membikin besar kepala/sombong.

 Ada beberapa aspek keberhasilan pada pematahan benda keras :

Ø       Power

Ø       Teknik

Ø       Mental
Baca selebihnya »

Mei 29, 2008 Ditulis oleh dede78 | Merpati Putih | | No Comments Yet

Renungan..buat saya

Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya;
“Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara
kuat atau berteriak?”Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan
menjawab;
“Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak.”
“Tapi…” sang guru balik bertanya, “lawan bicaranya justru berada disampingnya.
Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?” Baca selebihnya »

Mei 29, 2008 Ditulis oleh dede78 | Bukan Nasehat..tp buat renungan | | No Comments Yet